Kamis, 19 Februari 2009

dalam pelarian ku ,kutemukan kasih part II

Ooh mulutku membulat.kelihatanya keluarga teguh sangatlah sederhana,bahkan cenderung miskin,tanpa ibu pula.karena ibunya meninggal sejak teguh masih ber umur lima tahun lalu ……………..bagai mana bisa ayahnya membuat makanan yang tak dapat di golongkan makanan murah itu?sedangkan untuk membuat roti untuk burger dan pizza bisa di golongkan cukup mahal belum lagi keju dan daging isi atau sosis yang ditabur di atas pizza rasa –rasanya ko mustahil yah.
Terdorong rasa penasaran oleh cerita-cerita teguh maka aku ingin lebih banyak tau tentang keluarga teguh hingga pada pertemuan yang berikutnya aku memeberaniakan untuk bertanya kepada teguh tentang bapaknya,
“Bapak kerja dimana guh”
“Kuli panggul di pasar’’jawab teguh bangga
Aku meneguk ludah.pahitnya kehidupan yang teguh jalani hampir tak pernah aku rasakan,papa dan mama sangat menserviceku untuk urusan uang,bagai mana tidak umur dua belasa tahun saja aku sudah mengantongi kartu kredit,yang bebas aku gunakan,lalu hp ,satu set hometeater yang bertengger di kamarku tetapi mengapa aku tidak pernah merasakan ke bahagiaan seperti yang di rasakan oleh teguh,apakah benar bila materi tak berarti segalanya,atau malah materi menciptakan anak-anak yang brengsek seperti aku ini!berbeda sekali dengan teguh anak itu miskin tapi sikap dan sopan santunya luuuuarrrrrrrrr biasa bahkan anak itu tidak mau menerima uangku dengan cuma-Cuma.
Suatu hari ketika aku berada di depan sebuah supermarket,kulihat teguh melambaikan tanganya dengan riang,
“ko lama tidak kelihatan ka ,kemana aja nich?tanya teguh
Aku hanya bisa diam karena tak sanggup mengatakan bahwa hari –hari ku sibuk dalam ketidaksadaran,oleh pengaruh minuman keras dan ekstasi.
“kakak sibuk guh,kamu sendiri tidak sekolah guh”?aku mengalihkan pembicaraan sambil mengamit tanganya untuk menemaniku masuk ke supermarket.
“libur kak”
Dahiku berkerut.libur?bukankah musim liburan belum lama ini
“yang bener kamu jangan_jangan kamu bolos lagi”
“mana mungkin teguh bolos ka ,teguh kang ingin pintar”
“ lantas kenapa tidak sekolah”
“dengan tertawa teguh menjawab”di liburkan sama pak guru kak”
“kenapa diliburakan guh memangya lagi ada rapat guru”
Mata teguh tidak memandang aku lagi,kedua matanya memandang takjub barang-barang yang tertata rapih di sepanjang supermarket.kemudian teguh menjawab sambil lalu” biasa kak…….soal spp.”
Ohh aku menganguk baru mengerti”berapa bulan guh?”
“empat kak”lalau buru buru di sambungnya ,mungkin minggu depan teguh sudah bisa sekolah lagi kak,kalau teguh sih sudah biasa begini kak,sebenarnya uangnya sudah ada tapi di pakai bapak untuk membawa irma kedokter kak.”
“oooooooo begitu”
Tiba-tiba saja aku ko merasa bertanggung jawab yan kenapa nich,diam –diam aku menyesali diri ,coba kalau aku ga asik mabuk dan teler ,mungkin teguh ga harus perlu di skor dari sekolah.
“kak rio lihat itu nggak?”teguh menunjuk sebuah shampo terkenal untuk anak –anak
“Yap,memang kenapa guh”
“dua hari lalu de siti minta di belikan itu pada bapak,dan hari ini teguh juga keramas make shampo itu kak coba deh cium rambut teguh wangi deh kak”
Ku lirik harga yang tertera di sana dalam botol kecil harganya duapuluh tujuh ribu rupiah,tiba –tiba aku merasa bapaknya teguh kurang bijak,masa ia mampu membeli sampo yang lumayan mahal ,sedangkan bayaran sekolah teguh terlantar.



Akan tetapi ,pikiranku berubah saat wajahku kudekatkan ke kepala teguh ,tidak ada wangi sahmpo mahal yang di tunjuk teguh,tidak ada wangi shampo lain yang ada malah wangi sabun mandi biasa.mengertilah aku apa yang kini terjadi,
Tadinya aku ingin menghadiahkan shampo itu untuk teguh dan adik-adiknya tapi tidak jadi,karena kemudian aku berfikir tindakan ku akan membongkar kebohongan yang telah bapaknya teguh lakukan,karena aku yakin lelaki itu pasti punya alasan untuk berbuat demikian.
Akhirnya kuraih saja beberapa snack dan susu kedalam keranjang belanjaanku.
Ketika di kasir lagi-lagi teguh melongo melihat aku membayar barang belanjaan.aku hanya tersenyum dan berkata”kuantar pulang yah guh,kali ini kamu tidak boleh menolak kakak nanti kaka ga mau ketemu kamu lagi kalao kali ini kamu juga menolak,ancamku” teguh hanya diam dan menganggukan kepala tanda setuju.
Siang ini pun kami berboncengan ,menantang matahari yang terik,melewati beberapa gang kecil menuju rumah teguh,setelah melewati jalan raya kami pun masuk ke gang-gang, mataku merayapi rumah-rumah petak yang berdempetan rapat,kulihat bocah-bocah kecil bertelanjang dada berlarian mengejar layang-layang putus.
Di rumah kecil yang terletak di ujung gang aku memarkirkan motor.sekali lompat teguh sudah turun dan langsung menghambur kedalam.aku memandangi rumah kecil,yang jauh dari setandar kesehatan.
Kesan itu bertambah kuat ketika aku masuk kedalam.lantainya masih beralaskan tanah dan sepertinya ruangan ini hanya terdiri dari dua ruangan yang di pisahkan oleh korden yang butut dan kumal,mataku nanar mengamati isi rumah yang bisa di hitung ,di ruangan depan hanya ada tiga bangku yang sudah reot dan sebuah rak yang terdapat banyak buku-buku mungkin itu bukunya teguh dan terlihat beberapa foto tertempel di bilik yang tentunya sudah menjadi bagian dari rumah ini.
“bapak…………… ini ada kak rio”teriak teguh memanggil ayahnya sambil masuk kedalam,teguh keluar dengan laki-laki yang kira kira umur empat puluh taunan,atau malah kurang,melihat teguh yang baru ber umur sembilan tahun,entah lah ……………..bisa jadi kemiskinan ini yang membuat laki-laki yang ada di depanku terlihat lebih tua dari usia nya yng sebenarnya.
Aku coba mengangguk sopan “saya rio pak temanya de teguh ucapku
Ayah teguh tersenyum ramah meski terlihat rikuh menerima kehadiranku,dan ku ulurkan oleh-oleh yang tadi ku beli di supermarket untuk teguh dan adik-adiknya.meski ragu lelaki itu menerima dan berkata dengan suara agak gugup”terimakasih banyak …tapi seharusnya tidak perlu repot-repot mas rio,mau minum apa mas”
‘tidak usah repot-repot pak”kataku
Kulihat teguh berlari menyusul ayahnya,lalu suaranya yang terdengar berbisik jelas terdengar di telingaku”ka rio kepingin mecoba burger dan pizza buatan bapak,terlihat jelas wajah ayah teguh yang menjadi pucat.”burger apaan ?teguh ada-ada saja”kata ayah teguh
“tapi ……. Teguh lihat masih ada di belakang,pak!tinggal di panaskan.masa ka rio tidak boleh mencicipi burger dan pizza buatan bapak?” kata teguh agak memaksa ke ayahnya.lalu teguh lari ke belakang untuk menganbil burger yang iy bangga-banggakan
Ku amati lagi kesederhanaan tempat ini dah mataku malihat dua anak perempuan yang sedang mengintip dari balik horden.” sini de” kataku,dua anak yang manis kini ada di depanku hingga aku bisa melihat wajah mereka bersih ,mungkin habis di mandikan oleh ayahnya.ku lihat mereka bigitu bersahaja.
“nah ini burger dan pizza buatan bapak,kak rio”suara teguh menyadarkan lamunanku.
Teguh muncul dengan sebuah piring di tanganya,ayah teguh yang sedari tadi gugup mengikuti dari belakangnya.


Kedua adik teguh langsung berhambur mendekati piring yang di bawa oleh kakaknya dengan mata yang berbinar.untuk beberapa saat aku Cuma memandangi isi dalam piring itu dengan penuh perasaan yang tak dapat aku ungkapkan,inikan burger dan piazza yang selalu di banggakan oleh teguh,tak lain Cuma mie bercampur telor yang di goreng dikasih irisan tomat dan taburan daun seledri di atasnya,sedang burger yang selama ini di banggakan oleh teguh terngata Cuma roti bundar biasa yang berisi mocca murahan,yang isinya telah di buang dan di gantiu dengan potongan tempe dan irisan sayuran etah apa namanya dan di goreng agak gosong hingga menyerupai daging burger.di sebelah piring terdapat saus sambal murahan untuk pelangkap.
“ayo dong kak dicobain!nanti keburu di habiskan oleh kedua adiku loh,suara teguh malah membuat mataku berkaca-kaca,setelah kulihat mata bening dan penuh kebanggaan dengan jamuanya ini.juga kedua adik teguh yang sudah tidak sabar untuk segera menikmati yang telah tersedia di atas piring itu.pandangan ku kemudian menangkap sosok ayah didi yang berada di balik horden yang bersender lemas melihat kami,dengan mata yang tergenang air.jelas terlihat ada sesuatu di balik matanya ,entah kata maaf yang ingin di sampaikan kepadaku,atau juga yang lainya aku tidak bisa menebaknya.
Aku hanya diam bagiku sekarang sudah jelas dengan apa yang telah di lakukan oleh lelaki ini.pizza, burger juga sampo yang di sebutkan teguh di supermarket tadi cukup membuat aku mengerti perjuangan lelaki ini.yang ingin membuat anak-anknya bahagia,membuat mereka merasa telah menikmati kemewahan dan barang-barang yang mestinya Cuma bisa di nikmati oleh teman-teman mereka yang lebih mapan.
Yah ,ayah teguh hanya ingin membuat ketiga anaknya tidak merasa beda dengan yang lainya meski hidup mereka di bawah garis kemiskinan.hingga mereka tumbuh dengan kepercayaan diri yang sama seperti anak-anak lainya.Tampa harus merasa malu atau mungkin mereka tidak sempat merasakan arti kepapaan itu sendiri.
Tiba –tiba aku sangat menghormati orang tua ini,bahkan perasan ini tidak pernah ada untuk papa juga mama,orang tuaku sendiri yang telah membawaku lahir kedunia ini.Tampa ragu ku comot sebuah ‘burger ‘,dan saus sambal kemudian mulai menyantapnya dengan penuh perasaan.”ayo kita makan sama-sama yah” dan teguh dan adik-adiknya itu langsung menyerbu kepiring itu hingga hanya tinggal satu potongan ‘pizza’di atas piring
Ku lihat ayah teguh memandangi kerakusan kami,perlahan kulihat seulas senyum kini terkembang kembali.
Sambil tetap menggigit burgerku,aku memandangnya ,juga ketiga permata kecil itu dengan pandangan penuh terimakasih,barang kali mereka takan tau,lewat pizza dan burger mereka dan kesederhanaan mereka dan tanpa kepamrihan mereka aku seperti telah terlahir kembali dan membuat aku mengerti akan arti kehidupan dan bertekat menghargai hidup yang telah TUHAN berikan kepadaku,tak hari mulai sore aku belum beranjak dari rumah teguh,saat terdengar azan sholat asar teguh menarik tangan ku,dan mengajak kebelakang untuk berwudhu,kemudian kami pun sholat berjamaah,hanya beralaskan tikar yang sudah lusu.
Entah mengapa aku sangat menikmati saat-saat bersama keluarga teguh selesai sholat ku dengar dentingan kasih memenuhi ruangan ini bahkan merasuk jauh kedalam sukmaku.

Selesai


Kini teguh dan keluarganya telah di boyong oleh keluarga rio karena kebetulan rio tidak punya saudara alias anak tunggal juga papa dan mamah rio telah menyadari kekeliruanya yang selama ini kurang memperhatikan rio.


Untuk sahabatku aku minta maaf yang sebesar-besarnya karena perjalanan hidupmu aku tuangkan di sini,karena aku merasa,perjalanan hidupmu penuh dengan pelajaran yang bisa di petik atau di jadikan suri tauladan sekali maaf kan sahabatmu yang sudah lancang ini


Dari sahabatmu
Di
Cilacap

27 komentar:

  1. Salut buat Teguh, sesuai dengan namanya Teguh, teguh pendirian, teguh dengan kesabaran, teguh dgn keikhlasan, semoga teguh menjadi suri tauladan bagi kita semua dalam menjalani kehidupan ini...

    Salam dari Ayah..

    BalasHapus
  2. Teruskan semangatmu nak!

    BalasHapus
  3. Mantaabbb..Di tunggu novel selanjutnya kang :-)

    BalasHapus
  4. intinya tetep semangat
    :)

    BalasHapus
  5. wah keren novelnya. teguh emang bener2 teguh, teguh pendirian dan teguh kesabara.

    BalasHapus
  6. Terharu aku

    Tulisanya membawa fikiran seolah akupun menyaksikan seluruh kejadian

    BalasHapus
  7. aq mendukungmu...teruskan perjuanganmu....aqkan menatapmu lewat kom aq...heheh...........

    BalasHapus
  8. novel yang keren...keteguhan yang se suai dengan namanya
    terus semangat.....

    BalasHapus
  9. novel yang keren...keteguhan yang se suai dengan namanya
    terus semangat.....

    BalasHapus
  10. mas awie...pangling liat blognya, apa beneran diganti ya templatenya?
    dah lama gak menjenguk jadi gak tau hehe...

    bedewei, dah aku follow and link yak blognya!!

    BalasHapus
  11. Nice post....ini bener2 pencerahan....!
    salam saya mas awie

    BalasHapus
  12. makasih dah singgah.....
    K: wedew jadi takut makan yang lemak-lemak tapi kalau lemaknya hidup ga papa kali yah

    iw :kalau boleh tau maksud lemak hidup tuh apa...???

    BalasHapus
  13. wah semakin seru ceritanya hehehe aku makin menikmati sja nih hehhee
    bisa di terbitin nih hahaha
    salam semangat dan sukses selalu buat sampean kang

    BalasHapus
  14. banyak yg bs Qta pelajari dr kehidupan keluarga Teguh y...
    Bahwa seburuk apapun kehidupan QTa, bukan bbrt Qta g bs berbuat apa2 untuk mmbhgaikn org2 yg Qta cintai. hal itu yg dilakukan sang ayah untuk anak2nya.. :)
    keep writing,
    aQ jd terharu jg bacanya.. hehe

    BalasHapus
  15. Ending yg happy... Tp menyisakan beberapa pertanyaan...

    BalasHapus
  16. Mas Awie..salam buat Rio ya..
    Salam juga buat mas Awie
    Ceritanya menyentuh hati
    Bagus
    Kapan2 aku pengin bisa nulis sebagus ini
    Ajarin yo

    BalasHapus
  17. mas salam buat TEGUH ya...

    BalasHapus
  18. salam sama teguh mas...
    dan salam pula dengan cilacap

    BalasHapus
  19. weeee mba...posting lg donk....

    BalasHapus
  20. Mas.. bagus lho ceritanya.. hmmm feelnya dapet.. salut sama bapaknya rio.. sepertinya beliau "ayah yang sesungguhnya"

    BalasHapus
  21. aduh...ini bener-bener cerita yang harusnya membuat sebagian besar dari kita sadar bahwa masih banyak orang2 yang tidak beruntung...dan masih begitu besarnya menghargai hidup.
    bapaknya teguh itu betul-betul manusia kreatif ya...dan sangat sayang anak yang pasti.

    BalasHapus
  22. untuk semua teman bloger mohon maaf untuk saat ini aku belum bisa kasih tanggapan balik di karenakan banyaknya pekerjaan hang harus di kerjakan ,tapi saya akan segera membalas kunjungan dan komentar sahabat semua setelah saya merampungkan pekerjaan yang kejar tayang ini terimakasih atas pengertianya nuwun

    BalasHapus
  23. kapan kapan gawe penerbitan blog yuk..
    wahaha.. novele manis-manis tenan

    BalasHapus
  24. Pelajaran hidup bisa didapat dari siapa saja dan di mana saja, bahkan dari seorang anak kecil yang "teguh" menghadapi kemiskinan, seorang bapak yang berusaha membahagiakan anaknya di antara ketidak mampuan materi, seorang rio, si kaya yang tergugah hati dan jiwanya, tuk peduli pada sesama....

    Pelajaran hidup untuk kita semua....

    BalasHapus
  25. di negeri ini masih banyak juga teguh2 yang lain, mas awie. sungguh, kalau saja mereka punya pilihan, pasi mereka akan memilih hidup di bawah tumpukan harta dan gelimang kemewahan.

    BalasHapus
  26. walah tak kira mas awie seorang pelarian beneran, cerpen ya...tiwas aku mau lapor polisi..ada pelariannnn
    kikikikikik......

    BalasHapus
  27. gpp mas'e kerjaan memang harus diutamakan dulu, wajar toh ;)

    yang penting ceritane hepy ending mas'e :D

    moga sukses dengan kerjaannya :)

    BalasHapus

tempat ha ha ,hi hi,hu hu,he he
terimakasih atas kunjungan dan komentarnya
sahabatku