Ooh mulutku membulat.kelihatanya keluarga teguh sangatlah sederhana,bahkan cenderung miskin,tanpa ibu pula.karena ibunya meninggal sejak teguh masih ber umur lima tahun lalu ……………..bagai mana bisa ayahnya membuat makanan yang tak dapat di golongkan makanan murah itu?sedangkan untuk membuat roti untuk burger dan pizza bisa di golongkan cukup mahal belum lagi keju dan daging isi atau sosis yang ditabur di atas pizza rasa –rasanya ko mustahil yah.
Terdorong rasa penasaran oleh cerita-cerita teguh maka aku ingin lebih banyak tau tentang keluarga teguh hingga pada pertemuan yang berikutnya aku memeberaniakan untuk bertanya kepada teguh tentang bapaknya,
“Bapak kerja dimana guh”
“Kuli panggul di pasar’’jawab teguh bangga
Aku meneguk ludah.pahitnya kehidupan yang teguh jalani hampir tak pernah aku rasakan,papa dan mama sangat menserviceku untuk urusan uang,bagai mana tidak umur dua belasa tahun saja aku sudah mengantongi kartu kredit,yang bebas aku gunakan,lalu hp ,satu set hometeater yang bertengger di kamarku tetapi mengapa aku tidak pernah merasakan ke bahagiaan seperti yang di rasakan oleh teguh,apakah benar bila materi tak berarti segalanya,atau malah materi menciptakan anak-anak yang brengsek seperti aku ini!berbeda sekali dengan teguh anak itu miskin tapi sikap dan sopan santunya luuuuarrrrrrrrr biasa bahkan anak itu tidak mau menerima uangku dengan cuma-Cuma.
Suatu hari ketika aku berada di depan sebuah supermarket,kulihat teguh melambaikan tanganya dengan riang,
“ko lama tidak kelihatan ka ,kemana aja nich?tanya teguh
Aku hanya bisa diam karena tak sanggup mengatakan bahwa hari –hari ku sibuk dalam ketidaksadaran,oleh pengaruh minuman keras dan ekstasi.
“kakak sibuk guh,kamu sendiri tidak sekolah guh”?aku mengalihkan pembicaraan sambil mengamit tanganya untuk menemaniku masuk ke supermarket.
“libur kak”
Dahiku berkerut.libur?bukankah musim liburan belum lama ini
“yang bener kamu jangan_jangan kamu bolos lagi”
“mana mungkin teguh bolos ka ,teguh kang ingin pintar”
“ lantas kenapa tidak sekolah”
“dengan tertawa teguh menjawab”di liburkan sama pak guru kak”
“kenapa diliburakan guh memangya lagi ada rapat guru”
Mata teguh tidak memandang aku lagi,kedua matanya memandang takjub barang-barang yang tertata rapih di sepanjang supermarket.kemudian teguh menjawab sambil lalu” biasa kak…….soal spp.”
Ohh aku menganguk baru mengerti”berapa bulan guh?”
“empat kak”lalau buru buru di sambungnya ,mungkin minggu depan teguh sudah bisa sekolah lagi kak,kalau teguh sih sudah biasa begini kak,sebenarnya uangnya sudah ada tapi di pakai bapak untuk membawa irma kedokter kak.”
“oooooooo begitu”
Tiba-tiba saja aku ko merasa bertanggung jawab yan kenapa nich,diam –diam aku menyesali diri ,coba kalau aku ga asik mabuk dan teler ,mungkin teguh ga harus perlu di skor dari sekolah.
“kak rio lihat itu nggak?”teguh menunjuk sebuah shampo terkenal untuk anak –anak
“Yap,memang kenapa guh”
“dua hari lalu de siti minta di belikan itu pada bapak,dan hari ini teguh juga keramas make shampo itu kak coba deh cium rambut teguh wangi deh kak”
Ku lirik harga yang tertera di sana dalam botol kecil harganya duapuluh tujuh ribu rupiah,tiba –tiba aku merasa bapaknya teguh kurang bijak,masa ia mampu membeli sampo yang lumayan mahal ,sedangkan bayaran sekolah teguh terlantar.
Akan tetapi ,pikiranku berubah saat wajahku kudekatkan ke kepala teguh ,tidak ada wangi sahmpo mahal yang di tunjuk teguh,tidak ada wangi shampo lain yang ada malah wangi sabun mandi biasa.mengertilah aku apa yang kini terjadi,
Tadinya aku ingin menghadiahkan shampo itu untuk teguh dan adik-adiknya tapi tidak jadi,karena kemudian aku berfikir tindakan ku akan membongkar kebohongan yang telah bapaknya teguh lakukan,karena aku yakin lelaki itu pasti punya alasan untuk berbuat demikian.
Akhirnya kuraih saja beberapa snack dan susu kedalam keranjang belanjaanku.
Ketika di kasir lagi-lagi teguh melongo melihat aku membayar barang belanjaan.aku hanya tersenyum dan berkata”kuantar pulang yah guh,kali ini kamu tidak boleh menolak kakak nanti kaka ga mau ketemu kamu lagi kalao kali ini kamu juga menolak,ancamku” teguh hanya diam dan menganggukan kepala tanda setuju.
Siang ini pun kami berboncengan ,menantang matahari yang terik,melewati beberapa gang kecil menuju rumah teguh,setelah melewati jalan raya kami pun masuk ke gang-gang, mataku merayapi rumah-rumah petak yang berdempetan rapat,kulihat bocah-bocah kecil bertelanjang dada berlarian mengejar layang-layang putus.
Di rumah kecil yang terletak di ujung gang aku memarkirkan motor.sekali lompat teguh sudah turun dan langsung menghambur kedalam.aku memandangi rumah kecil,yang jauh dari setandar kesehatan.
Kesan itu bertambah kuat ketika aku masuk kedalam.lantainya masih beralaskan tanah dan sepertinya ruangan ini hanya terdiri dari dua ruangan yang di pisahkan oleh korden yang butut dan kumal,mataku nanar mengamati isi rumah yang bisa di hitung ,di ruangan depan hanya ada tiga bangku yang sudah reot dan sebuah rak yang terdapat banyak buku-buku mungkin itu bukunya teguh dan terlihat beberapa foto tertempel di bilik yang tentunya sudah menjadi bagian dari rumah ini.
“bapak…………… ini ada kak rio”teriak teguh memanggil ayahnya sambil masuk kedalam,teguh keluar dengan laki-laki yang kira kira umur empat puluh taunan,atau malah kurang,melihat teguh yang baru ber umur sembilan tahun,entah lah ……………..bisa jadi kemiskinan ini yang membuat laki-laki yang ada di depanku terlihat lebih tua dari usia nya yng sebenarnya.
Aku coba mengangguk sopan “saya rio pak temanya de teguh ucapku
Ayah teguh tersenyum ramah meski terlihat rikuh menerima kehadiranku,dan ku ulurkan oleh-oleh yang tadi ku beli di supermarket untuk teguh dan adik-adiknya.meski ragu lelaki itu menerima dan berkata dengan suara agak gugup”terimakasih banyak …tapi seharusnya tidak perlu repot-repot mas rio,mau minum apa mas”
‘tidak usah repot-repot pak”kataku
Kulihat teguh berlari menyusul ayahnya,lalu suaranya yang terdengar berbisik jelas terdengar di telingaku”ka rio kepingin mecoba burger dan pizza buatan bapak,terlihat jelas wajah ayah teguh yang menjadi pucat.”burger apaan ?teguh ada-ada saja”kata ayah teguh
“tapi ……. Teguh lihat masih ada di belakang,pak!tinggal di panaskan.masa ka rio tidak boleh mencicipi burger dan pizza buatan bapak?” kata teguh agak memaksa ke ayahnya.lalu teguh lari ke belakang untuk menganbil burger yang iy bangga-banggakan
Ku amati lagi kesederhanaan tempat ini dah mataku malihat dua anak perempuan yang sedang mengintip dari balik horden.” sini de” kataku,dua anak yang manis kini ada di depanku hingga aku bisa melihat wajah mereka bersih ,mungkin habis di mandikan oleh ayahnya.ku lihat mereka bigitu bersahaja.
“nah ini burger dan pizza buatan bapak,kak rio”suara teguh menyadarkan lamunanku.
Teguh muncul dengan sebuah piring di tanganya,ayah teguh yang sedari tadi gugup mengikuti dari belakangnya.
Kedua adik teguh langsung berhambur mendekati piring yang di bawa oleh kakaknya dengan mata yang berbinar.untuk beberapa saat aku Cuma memandangi isi dalam piring itu dengan penuh perasaan yang tak dapat aku ungkapkan,inikan burger dan piazza yang selalu di banggakan oleh teguh,tak lain Cuma mie bercampur telor yang di goreng dikasih irisan tomat dan taburan daun seledri di atasnya,sedang burger yang selama ini di banggakan oleh teguh terngata Cuma roti bundar biasa yang berisi mocca murahan,yang isinya telah di buang dan di gantiu dengan potongan tempe dan irisan sayuran etah apa namanya dan di goreng agak gosong hingga menyerupai daging burger.di sebelah piring terdapat saus sambal murahan untuk pelangkap.
“ayo dong kak dicobain!nanti keburu di habiskan oleh kedua adiku loh,suara teguh malah membuat mataku berkaca-kaca,setelah kulihat mata bening dan penuh kebanggaan dengan jamuanya ini.juga kedua adik teguh yang sudah tidak sabar untuk segera menikmati yang telah tersedia di atas piring itu.pandangan ku kemudian menangkap sosok ayah didi yang berada di balik horden yang bersender lemas melihat kami,dengan mata yang tergenang air.jelas terlihat ada sesuatu di balik matanya ,entah kata maaf yang ingin di sampaikan kepadaku,atau juga yang lainya aku tidak bisa menebaknya.
Aku hanya diam bagiku sekarang sudah jelas dengan apa yang telah di lakukan oleh lelaki ini.pizza, burger juga sampo yang di sebutkan teguh di supermarket tadi cukup membuat aku mengerti perjuangan lelaki ini.yang ingin membuat anak-anknya bahagia,membuat mereka merasa telah menikmati kemewahan dan barang-barang yang mestinya Cuma bisa di nikmati oleh teman-teman mereka yang lebih mapan.
Yah ,ayah teguh hanya ingin membuat ketiga anaknya tidak merasa beda dengan yang lainya meski hidup mereka di bawah garis kemiskinan.hingga mereka tumbuh dengan kepercayaan diri yang sama seperti anak-anak lainya.Tampa harus merasa malu atau mungkin mereka tidak sempat merasakan arti kepapaan itu sendiri.
Tiba –tiba aku sangat menghormati orang tua ini,bahkan perasan ini tidak pernah ada untuk papa juga mama,orang tuaku sendiri yang telah membawaku lahir kedunia ini.Tampa ragu ku comot sebuah ‘burger ‘,dan saus sambal kemudian mulai menyantapnya dengan penuh perasaan.”ayo kita makan sama-sama yah” dan teguh dan adik-adiknya itu langsung menyerbu kepiring itu hingga hanya tinggal satu potongan ‘pizza’di atas piring
Ku lihat ayah teguh memandangi kerakusan kami,perlahan kulihat seulas senyum kini terkembang kembali.
Sambil tetap menggigit burgerku,aku memandangnya ,juga ketiga permata kecil itu dengan pandangan penuh terimakasih,barang kali mereka takan tau,lewat pizza dan burger mereka dan kesederhanaan mereka dan tanpa kepamrihan mereka aku seperti telah terlahir kembali dan membuat aku mengerti akan arti kehidupan dan bertekat menghargai hidup yang telah TUHAN berikan kepadaku,tak hari mulai sore aku belum beranjak dari rumah teguh,saat terdengar azan sholat asar teguh menarik tangan ku,dan mengajak kebelakang untuk berwudhu,kemudian kami pun sholat berjamaah,hanya beralaskan tikar yang sudah lusu.
Entah mengapa aku sangat menikmati saat-saat bersama keluarga teguh selesai sholat ku dengar dentingan kasih memenuhi ruangan ini bahkan merasuk jauh kedalam sukmaku.
Selesai
Kini teguh dan keluarganya telah di boyong oleh keluarga rio karena kebetulan rio tidak punya saudara alias anak tunggal juga papa dan mamah rio telah menyadari kekeliruanya yang selama ini kurang memperhatikan rio.
Untuk sahabatku aku minta maaf yang sebesar-besarnya karena perjalanan hidupmu aku tuangkan di sini,karena aku merasa,perjalanan hidupmu penuh dengan pelajaran yang bisa di petik atau di jadikan suri tauladan sekali maaf kan sahabatmu yang sudah lancang ini
Dari sahabatmu
Di
Cilacap