Jumat, 27 Februari 2009

award ini membuat aku makin botakkkkkkkkkkkkkkkkk



Sebenarnya aku tuh paling malas klo di suruh membuat daftar paling yang aku benci, asli aku jadi bingung setengah mateng ga tau harus berbuat apa .karena selama ini aku tuh ga pernah bermimpi untuk dapat pr award ,apalagi di suruh untuk menbuat daftar ke gini tapi demi nafsu birahi yang sedang kumatttt dan libido yang sedang memuncak karena lihat cdnya jupe yang kedodoran akan aku kerjakan pr dari kang suryaden denga semangat yang membara kutulis juga nichhhhhhhh dia daftarnya.

1. menunggu, yh menunggu dari pada menunggu lebih baik ga jadi ajah deh buat acaranya ,cape stres jadinya aku
2. Acara malam hari, we paling ga suka tuh menghadiri acara malam hari juntrung –juntrungnya aku tuh paginya pasti jadi malas untuk kerja uuuuuuuh pengen ngamuk rasanya.
3. naik angkutan umun, udah baunya 7 rupa masih di tambahin sama berjubel manusia hueeek pusing
4. di kasihani , kasihan sono sama kucing di jalan dari pada kasihan ma aku wkwkwkkkwk
5. orang yang suka ja`im, padahal tuh wui bocornya minta ampunnnn kaya manuk beo tapi klo ada orang langsung diem deh kaya putra keraton,jadi pingin injak trus lempar pake pacul biar kapok
6. diam,terus terang aku paling benci sama yang ni benci se bencinya gituuuh
7. orang yang suka menunda pekerjaan, akutuh bawaanya pingin nonjok orang yang ke gini ga bertanggung jawab.asli ga boong
8. nonton sinetron indonesia ,apalagi indosiar,klo ada yng nonton sinetron di indosiar asli listrik di rumah langsung aku matikan
9. nenek-nenek , abis cerewetnya itu looh bikin kepala jadi tambah puuuuuuuuuuiiiiiiiiiisssssssing mo di sumbat mulutnya takut kualat, di dengerin mati berdiri aku.
10. orang yang ga bisa on time.apalagi klo urusan pekerjaaan detik ini ya detik ini ga bisa besok apa lusa mau tak hajar apa

dn sebagai jongos yang patuh akan majikanya agar hadiah yang indah ini untuk di bagi-bagikan ke sepuluh orang yang paling aku sayang aku memilih, pakde, ayah, falla, sibaho, casulaciute, budies(tentang guru), nova , allijaini, www.katobengke.com, acta,selamat menerima kenikmatan ini semoga menjadi berkah amin amin amin ya robal alamin,mohon dengan tidak terhormat supaya hadiah ini untuk di bagi-bagikan jangan pelit yah kita ngeblog juga kan ga bayarrrrrr wkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwk

Kamis, 19 Februari 2009

dalam pelarian ku ,kutemukan kasih part II

Ooh mulutku membulat.kelihatanya keluarga teguh sangatlah sederhana,bahkan cenderung miskin,tanpa ibu pula.karena ibunya meninggal sejak teguh masih ber umur lima tahun lalu ……………..bagai mana bisa ayahnya membuat makanan yang tak dapat di golongkan makanan murah itu?sedangkan untuk membuat roti untuk burger dan pizza bisa di golongkan cukup mahal belum lagi keju dan daging isi atau sosis yang ditabur di atas pizza rasa –rasanya ko mustahil yah.
Terdorong rasa penasaran oleh cerita-cerita teguh maka aku ingin lebih banyak tau tentang keluarga teguh hingga pada pertemuan yang berikutnya aku memeberaniakan untuk bertanya kepada teguh tentang bapaknya,
“Bapak kerja dimana guh”
“Kuli panggul di pasar’’jawab teguh bangga
Aku meneguk ludah.pahitnya kehidupan yang teguh jalani hampir tak pernah aku rasakan,papa dan mama sangat menserviceku untuk urusan uang,bagai mana tidak umur dua belasa tahun saja aku sudah mengantongi kartu kredit,yang bebas aku gunakan,lalu hp ,satu set hometeater yang bertengger di kamarku tetapi mengapa aku tidak pernah merasakan ke bahagiaan seperti yang di rasakan oleh teguh,apakah benar bila materi tak berarti segalanya,atau malah materi menciptakan anak-anak yang brengsek seperti aku ini!berbeda sekali dengan teguh anak itu miskin tapi sikap dan sopan santunya luuuuarrrrrrrrr biasa bahkan anak itu tidak mau menerima uangku dengan cuma-Cuma.
Suatu hari ketika aku berada di depan sebuah supermarket,kulihat teguh melambaikan tanganya dengan riang,
“ko lama tidak kelihatan ka ,kemana aja nich?tanya teguh
Aku hanya bisa diam karena tak sanggup mengatakan bahwa hari –hari ku sibuk dalam ketidaksadaran,oleh pengaruh minuman keras dan ekstasi.
“kakak sibuk guh,kamu sendiri tidak sekolah guh”?aku mengalihkan pembicaraan sambil mengamit tanganya untuk menemaniku masuk ke supermarket.
“libur kak”
Dahiku berkerut.libur?bukankah musim liburan belum lama ini
“yang bener kamu jangan_jangan kamu bolos lagi”
“mana mungkin teguh bolos ka ,teguh kang ingin pintar”
“ lantas kenapa tidak sekolah”
“dengan tertawa teguh menjawab”di liburkan sama pak guru kak”
“kenapa diliburakan guh memangya lagi ada rapat guru”
Mata teguh tidak memandang aku lagi,kedua matanya memandang takjub barang-barang yang tertata rapih di sepanjang supermarket.kemudian teguh menjawab sambil lalu” biasa kak…….soal spp.”
Ohh aku menganguk baru mengerti”berapa bulan guh?”
“empat kak”lalau buru buru di sambungnya ,mungkin minggu depan teguh sudah bisa sekolah lagi kak,kalau teguh sih sudah biasa begini kak,sebenarnya uangnya sudah ada tapi di pakai bapak untuk membawa irma kedokter kak.”
“oooooooo begitu”
Tiba-tiba saja aku ko merasa bertanggung jawab yan kenapa nich,diam –diam aku menyesali diri ,coba kalau aku ga asik mabuk dan teler ,mungkin teguh ga harus perlu di skor dari sekolah.
“kak rio lihat itu nggak?”teguh menunjuk sebuah shampo terkenal untuk anak –anak
“Yap,memang kenapa guh”
“dua hari lalu de siti minta di belikan itu pada bapak,dan hari ini teguh juga keramas make shampo itu kak coba deh cium rambut teguh wangi deh kak”
Ku lirik harga yang tertera di sana dalam botol kecil harganya duapuluh tujuh ribu rupiah,tiba –tiba aku merasa bapaknya teguh kurang bijak,masa ia mampu membeli sampo yang lumayan mahal ,sedangkan bayaran sekolah teguh terlantar.



Akan tetapi ,pikiranku berubah saat wajahku kudekatkan ke kepala teguh ,tidak ada wangi sahmpo mahal yang di tunjuk teguh,tidak ada wangi shampo lain yang ada malah wangi sabun mandi biasa.mengertilah aku apa yang kini terjadi,
Tadinya aku ingin menghadiahkan shampo itu untuk teguh dan adik-adiknya tapi tidak jadi,karena kemudian aku berfikir tindakan ku akan membongkar kebohongan yang telah bapaknya teguh lakukan,karena aku yakin lelaki itu pasti punya alasan untuk berbuat demikian.
Akhirnya kuraih saja beberapa snack dan susu kedalam keranjang belanjaanku.
Ketika di kasir lagi-lagi teguh melongo melihat aku membayar barang belanjaan.aku hanya tersenyum dan berkata”kuantar pulang yah guh,kali ini kamu tidak boleh menolak kakak nanti kaka ga mau ketemu kamu lagi kalao kali ini kamu juga menolak,ancamku” teguh hanya diam dan menganggukan kepala tanda setuju.
Siang ini pun kami berboncengan ,menantang matahari yang terik,melewati beberapa gang kecil menuju rumah teguh,setelah melewati jalan raya kami pun masuk ke gang-gang, mataku merayapi rumah-rumah petak yang berdempetan rapat,kulihat bocah-bocah kecil bertelanjang dada berlarian mengejar layang-layang putus.
Di rumah kecil yang terletak di ujung gang aku memarkirkan motor.sekali lompat teguh sudah turun dan langsung menghambur kedalam.aku memandangi rumah kecil,yang jauh dari setandar kesehatan.
Kesan itu bertambah kuat ketika aku masuk kedalam.lantainya masih beralaskan tanah dan sepertinya ruangan ini hanya terdiri dari dua ruangan yang di pisahkan oleh korden yang butut dan kumal,mataku nanar mengamati isi rumah yang bisa di hitung ,di ruangan depan hanya ada tiga bangku yang sudah reot dan sebuah rak yang terdapat banyak buku-buku mungkin itu bukunya teguh dan terlihat beberapa foto tertempel di bilik yang tentunya sudah menjadi bagian dari rumah ini.
“bapak…………… ini ada kak rio”teriak teguh memanggil ayahnya sambil masuk kedalam,teguh keluar dengan laki-laki yang kira kira umur empat puluh taunan,atau malah kurang,melihat teguh yang baru ber umur sembilan tahun,entah lah ……………..bisa jadi kemiskinan ini yang membuat laki-laki yang ada di depanku terlihat lebih tua dari usia nya yng sebenarnya.
Aku coba mengangguk sopan “saya rio pak temanya de teguh ucapku
Ayah teguh tersenyum ramah meski terlihat rikuh menerima kehadiranku,dan ku ulurkan oleh-oleh yang tadi ku beli di supermarket untuk teguh dan adik-adiknya.meski ragu lelaki itu menerima dan berkata dengan suara agak gugup”terimakasih banyak …tapi seharusnya tidak perlu repot-repot mas rio,mau minum apa mas”
‘tidak usah repot-repot pak”kataku
Kulihat teguh berlari menyusul ayahnya,lalu suaranya yang terdengar berbisik jelas terdengar di telingaku”ka rio kepingin mecoba burger dan pizza buatan bapak,terlihat jelas wajah ayah teguh yang menjadi pucat.”burger apaan ?teguh ada-ada saja”kata ayah teguh
“tapi ……. Teguh lihat masih ada di belakang,pak!tinggal di panaskan.masa ka rio tidak boleh mencicipi burger dan pizza buatan bapak?” kata teguh agak memaksa ke ayahnya.lalu teguh lari ke belakang untuk menganbil burger yang iy bangga-banggakan
Ku amati lagi kesederhanaan tempat ini dah mataku malihat dua anak perempuan yang sedang mengintip dari balik horden.” sini de” kataku,dua anak yang manis kini ada di depanku hingga aku bisa melihat wajah mereka bersih ,mungkin habis di mandikan oleh ayahnya.ku lihat mereka bigitu bersahaja.
“nah ini burger dan pizza buatan bapak,kak rio”suara teguh menyadarkan lamunanku.
Teguh muncul dengan sebuah piring di tanganya,ayah teguh yang sedari tadi gugup mengikuti dari belakangnya.


Kedua adik teguh langsung berhambur mendekati piring yang di bawa oleh kakaknya dengan mata yang berbinar.untuk beberapa saat aku Cuma memandangi isi dalam piring itu dengan penuh perasaan yang tak dapat aku ungkapkan,inikan burger dan piazza yang selalu di banggakan oleh teguh,tak lain Cuma mie bercampur telor yang di goreng dikasih irisan tomat dan taburan daun seledri di atasnya,sedang burger yang selama ini di banggakan oleh teguh terngata Cuma roti bundar biasa yang berisi mocca murahan,yang isinya telah di buang dan di gantiu dengan potongan tempe dan irisan sayuran etah apa namanya dan di goreng agak gosong hingga menyerupai daging burger.di sebelah piring terdapat saus sambal murahan untuk pelangkap.
“ayo dong kak dicobain!nanti keburu di habiskan oleh kedua adiku loh,suara teguh malah membuat mataku berkaca-kaca,setelah kulihat mata bening dan penuh kebanggaan dengan jamuanya ini.juga kedua adik teguh yang sudah tidak sabar untuk segera menikmati yang telah tersedia di atas piring itu.pandangan ku kemudian menangkap sosok ayah didi yang berada di balik horden yang bersender lemas melihat kami,dengan mata yang tergenang air.jelas terlihat ada sesuatu di balik matanya ,entah kata maaf yang ingin di sampaikan kepadaku,atau juga yang lainya aku tidak bisa menebaknya.
Aku hanya diam bagiku sekarang sudah jelas dengan apa yang telah di lakukan oleh lelaki ini.pizza, burger juga sampo yang di sebutkan teguh di supermarket tadi cukup membuat aku mengerti perjuangan lelaki ini.yang ingin membuat anak-anknya bahagia,membuat mereka merasa telah menikmati kemewahan dan barang-barang yang mestinya Cuma bisa di nikmati oleh teman-teman mereka yang lebih mapan.
Yah ,ayah teguh hanya ingin membuat ketiga anaknya tidak merasa beda dengan yang lainya meski hidup mereka di bawah garis kemiskinan.hingga mereka tumbuh dengan kepercayaan diri yang sama seperti anak-anak lainya.Tampa harus merasa malu atau mungkin mereka tidak sempat merasakan arti kepapaan itu sendiri.
Tiba –tiba aku sangat menghormati orang tua ini,bahkan perasan ini tidak pernah ada untuk papa juga mama,orang tuaku sendiri yang telah membawaku lahir kedunia ini.Tampa ragu ku comot sebuah ‘burger ‘,dan saus sambal kemudian mulai menyantapnya dengan penuh perasaan.”ayo kita makan sama-sama yah” dan teguh dan adik-adiknya itu langsung menyerbu kepiring itu hingga hanya tinggal satu potongan ‘pizza’di atas piring
Ku lihat ayah teguh memandangi kerakusan kami,perlahan kulihat seulas senyum kini terkembang kembali.
Sambil tetap menggigit burgerku,aku memandangnya ,juga ketiga permata kecil itu dengan pandangan penuh terimakasih,barang kali mereka takan tau,lewat pizza dan burger mereka dan kesederhanaan mereka dan tanpa kepamrihan mereka aku seperti telah terlahir kembali dan membuat aku mengerti akan arti kehidupan dan bertekat menghargai hidup yang telah TUHAN berikan kepadaku,tak hari mulai sore aku belum beranjak dari rumah teguh,saat terdengar azan sholat asar teguh menarik tangan ku,dan mengajak kebelakang untuk berwudhu,kemudian kami pun sholat berjamaah,hanya beralaskan tikar yang sudah lusu.
Entah mengapa aku sangat menikmati saat-saat bersama keluarga teguh selesai sholat ku dengar dentingan kasih memenuhi ruangan ini bahkan merasuk jauh kedalam sukmaku.

Selesai


Kini teguh dan keluarganya telah di boyong oleh keluarga rio karena kebetulan rio tidak punya saudara alias anak tunggal juga papa dan mamah rio telah menyadari kekeliruanya yang selama ini kurang memperhatikan rio.


Untuk sahabatku aku minta maaf yang sebesar-besarnya karena perjalanan hidupmu aku tuangkan di sini,karena aku merasa,perjalanan hidupmu penuh dengan pelajaran yang bisa di petik atau di jadikan suri tauladan sekali maaf kan sahabatmu yang sudah lancang ini


Dari sahabatmu
Di
Cilacap

Selasa, 17 Februari 2009

dalam pelarian ku ,kutemukan kasih



gambar di ambil dari siska.hexy.bplaced.net/ index.htm

Dengan membawa seonggok perasan marah, kecewa, benci juga dendam akhirnya aku putuskan untuk kabur dari rumah.Bagiku orang rumah tuh dah sangat sangat memuakan kadang aku berfikir mereka sebenarnya punya hati enga sih apa hati mereka telah mati ,oleh ganasnya nafsu dunia yang laknat dan terkutuk itu.tapi setidaknya aku masih punya bibi yang rela memberikan seluruh kasih dan sayang nya untuk merawat aku,dan bibilah orang satu-satunya yang tau aku kabur dari rumah.
Sepanjang jalan pelarianku kuterus saja melarikan motorku ,ku tarik gas semakin kencang,walau pun aku tidak tau mau kemana, aku akan pergi yang penting aku jauh dari rumah jauh dari orang –orang yang telah menghianati aku tak bisa memaafkan penghianatan mama dan aib papa yang ketahuan telah selingkuh dengan sekertarisnya sendiri,mungkin mereka telah kehilangan rasa malu.

aku terus memacu kuda besiku melawan angin yang mungkintelah membawa terbang perasan benciku.
Hatiku semakin panas bagaikan air yang sedang di masak atau mungkin seperti gugusan lava gunung merapi yang paling panas dan siap melalap apapun yang ada di depanku
Tiba –tiba aku merasa telah menabrak sesuatu dan akupun cepat –cepat menginjak pedal rem lalu aku menoleh ke belakan ,benar saja aku telah menabrak seorang anak,langsung aku putar arah dan mendekati anak yang tergeletak bersimbah darah,terlintas dalam fikiranku untuk melarikan diri mumpung jalanan sedang sepi,tapi tatapan bocah itu telah membangkitkan nuraniku kupandangi wajah anak itu ya TUHAN wajahnya semakin pucat,tampa berfikir panjang ku bopong anak itu lalu ku bawa ke rumah sakit terdekat
Dirumah sakit aku masih terheran –heran ko ada anak didepanku aku ngga melihatnya trus mau apa anak sekecil itu malam- malam masih berada di jalanan,
kulihat dokter yang merawat anak itu keluar dari ruang UGD lalu aku menghampiri dan bertanya
“bagai mana keadaan anak itu dok?” tanyaku tak sabar ingin segera tahu kondisi anak itu
“Anda siapa”tanya dokter itu,deg pertanyaan dokter membuat pertentangan di dalam batinku,tapi rasa bersalah itu telah membuat aku untuk berterus terang dan berkata jujur.
“saya…saya….saya orang yang telah menabraknya dok “
Kulihat dokter itu memandangi aku dan sambil mengangguk-anggukan kepalanya lalu berkata “Bersyukurlah anda pada Yang Maha Kuasa karena anak itu tidak mengalami luka yang serius ,lukanya hanya luka luar ,akan sembuh dalam beberapa hari ini,tapi kami meminta biarkan anak itu untuk malam ini tetap di sini untuk di obserfasi jadi cepat di ketahui apa bila ada pendarahan di kepala KALAU-KALAU TERJADI gegar otak”
Aku hanya bisa mengangukan kepala tanda aku setuju
Dan malam ini aku bermalam di rumah sakit menunggui orang yang belum aku kenal dan bahkan aku tidak mengetahui siapa dan DI mana rumahnya.
Ada perasaan sangat asing yang merasuk kedalam tubuh ini kala melihat anak itu
Ku pandangi wajah anak itu wajah yang sangat bersahaja pikirku wajah yang tak pernah aku jumpai selama aku di rumah,dan ketika anak itu tersadar dari mimpi yang telah aku buat anak itu menatap aku lama kemudian dia mengucapkan kata yang takan MUNGKIN aku bisa untuk melupakanya
“terimakasih kak Sudah menolong aku”deg bagai di hantam palu godam hati ini bagai mana mungkin dia mengucapkan terima kasih kepada orang yang telah menabraknya.Padahal aku yakin dia tau aku orang yang telah menabraknya.ya TUHAN Maha Besarlah Engkau
Malam ini pun obrolan kami mengalir apa adanya bahasanya begitu polos tapi aku salut dalam kepolosanya anak ini tidak pernah keluar dari batas-batas kesopanan,dia bercerita tentang keluarganya dan hal lain yang sungguh membuat hati ini menjadi lebih terbuka,lalu aku berkata
“namamu siapa dek?”
“Teguh”jawabnya lirih
Nama yang begitu simpel tapi mengandung makna yang begitu dalam
Pagi ini dokter memperbolehkan Teguh pulang,setelah membereskan adminitrasi akupun ingin mengantarkan teguh pulang tapi lagi –lagi aku di buat tercengan dan salut anak ini menolak dengan bahasa yang sangat halus hingga aku tak berani untuk memaksanya takut nanti di kira aku merendahkanya.
Dan pertemuan kami tidak berhenti setelah pagi ini ,aku yang masih marah dan dalam pelarian sesekali menemui Teguh di sekolah kadang juga teminal dan setasiun dimana dia biasa menjual koran
Setiap aku bertemu dengan Teguh ada saja hal menarik yang dia ceritakan entah itu tentang sekolah ,keluarganya terutama tentang ayah dan adik adiknya,sehingga sempat aku berfikir dia itu sedang berbohong tapi lama kelamaan aku muali mempercayainya.ketika suatu siang aku menemani Teguh menjajakan koran tiba-tiba dia berkata”kakak suka makan pizza atau burger?”
Aku hanya tersenyum dan aneh mendengar pertanyaanya tapi untuk membuat dia merasa tidak di abaikan aku mengangukan kepala.
“kalau begitu kakak harus datang kerumah:
“ucapnya penuh dengan misteri”
“memang ada apanya di rumahmu “kataku
“karena dirumahku ada burger dan Pizza yang paling enak sedunia”
“akhhhhhh betulkan,dalam hati aku masih belum bisa percaya dengan kata-kata Teguh”melihat ada raut wajah yang tidak percaya, Teguh menganggukan kepalanya lalu berkata;
“pokoknya kaka harus mencoba burger dan pizza buatan bapak paling enak,nanti kalau kakak sudah mencobanya pasti kakak ketagihan”ucap teguh sambil berlari menjajakan koranya ke arah bus yang baru saja tiba,




Maaf yah bersambung nich…………………..?

Senin, 16 Februari 2009

pingin marah pada siapa yah?


Akhir-akhir ini akut tuh jadi malas untuk posting,alasanya yaitu lagi sebel campur marah campur kangen pokonya campur – campur deh berkali kali aku coba untuk posting puisi dan cerpen ,spasi dan tataletak hurufnya jadi ga beraturan padahal udah saya buat sebaik mungkin,apa ga pingin banting kompi tuh ,bayangin aja klo kita mo posting puisi tapi setelah di pra tayang ko jadi puisinya kaya tali yang ga mau putus alias nyambung terus apa ga dongkol hati ini jadinya,padahal udah segala cara ,daya dan upaya dikerahkan sampai jungkir balik ku lakukan untuk membuat blogku rapi lagi tapi apa hasilnya malah blogku semakin norak abiiiiiiiiissssssssss
Narsis buanget aku












Blogku oh blogku mengapa kau jadi begini
Mengapa kau hancurkan cinta suci ini
Padahal nafsuku sedang tinggi-tingginya
Mengapa kau pupus dengan tampilan mu yang aduuuuuuuuuuuhhhhhhhh
Minta ampun amburadul
Hingga syafatku jadi mati















Ingin aku tinggalkan saja
tapi aku nda mau kehilangan teman
ingin ku bunuh saja kamu blogku
tapi aku takut dosa
ehhhhhhhhhhhhh
mang bunuh blog dosa nda yah ?
wealahhhhhhhhhhhhhhhhh mbug ga ruh pusingggggggggggggggggggggggggggggg

Kamis, 12 Februari 2009

----------------------------000000000000000------------------------


Malam telah larut tapi entah mengapa mata ini ga mau terpejam ,aku ga tau entah mengapa hati ini tiba 2x merasa gundah, darimana datangnya aku sendiri ga tau beribu rasa hadir tanpa dapat aku bendung , ya TUHAN mengapa rasa ini selalu datang , padahal aku tau dia sudah menjadi milik orang tapi mengapa hati ini belum bisa untuk melupakanya apakah ini pertanda aku belum sepenuhnya rela melepaskanya
Oh TUHAN jangan biarkan hati ini merusak jalinan indah yng telah terrajut dengan manis jangan biarkan aku menjadi perusak hubungan mereka bukakan lah hatiku untuk menerima kenyataan yang ada
Tapi hati ini tidak bisa berbohong
Aku masih sayang ma dia
Aku masih cinta ma dia
Aku ga bisa lupa ma senyum manis dari balik jendela yng selalu menghiasi hari-hari indah dulu
Semakin aku ingin melupakan malah rasa ingin bertemu semakin menggebu-gebu
Salahkah aku yng masih mengharapkan dia kembali
Salahkah aku bila masih mengenang dirimu yang terlalu indah untuk di lupakan
Meski aku tau itu takan mungkin terwujud
Busettttttttttttttttttt dah mengapa aku jadi melo ke gini
Memang benar kata nenek ma kakek yang namanya jatuh cintrong tuh berjuta warna bisa membuat hati ini jadi rada-rada ga waras mang bener cinta ga mengenal logika dan usia nyatanya di umurku yang mendekati kepala 4 saja masih kelimpunga ke gini,

Hatiku telah kau tawan,
Kau tukar dengan berjuta warna indah,
Hingga aku tak lagi berkutik,
Dan tak ingin pergi,

Pesona mu begitu indah,
Bagai pancaran maha dewi,
Memakai beribu intan berlian,

Tuturmu bagai alunan nada paling syahdu,
Yang selalu menidurkan aku,
Dalam kegundahan,

Tapi............,
Sekarang bukan miliku lagi,



Rasanya aku pingin melalap isi dunia ini,
Biar hilang gundah ini.

Sabtu, 07 Februari 2009

pawelinge bapak


Wis tah nduk

( Sudahlah nak )

Ndhang di resiki awakmu

( Cepatlah bersihkan ragamu )

Isina marang kartika ing langit kae

( Malulah pada bintang di langit itu )

Tansah sumunar tanpo pamrih

( Yang selalu bersinar tanpa mengharapkan imbalan )

Rasak na angin kang sumilir

( rasakan lah angin yang berhembus )

Agawe padang manah ingkang reged

( membuat bersih hati yang kotor )

Sing elinga toh nduk marang kang MAHA AGUNG

( yang ingatlah nak kepada yang MAHA AGUNG )

Sujuda ingkang satuhu

( bersujudlah dengan sesungguhnya )

Amargo umur bapak wis cedak

( Karena umur bapak sudah dekat )

Wis ra sanggup ngancani urip mu nduk

( Sudah tidak sanggup menemani / mendampingi hidup mu nak )

Selasa, 03 Februari 2009

........................................?

PesonaMU takanpernah habis

Dimakan waktu

Meski banyak yng menghisap maduMU

BelaianMU selalu melenakan 

Hingga membangkitkan birahiku

Tak terhitung peluh ku buat

Untuk salalu dekat denganMU

Ternyata hatiku terlalu kerdil

Hingga terjebak fatamorgana sesaat

Tapi...........

MaafMU selalu terbuka untuku

Hingga aku merasa malu

Karena aku sering berpaling dariMU